Jumat, 26 Desember 2014
-
Karna kita, tidak akan pernah bisa menggatur rindu untuk tidak menggebu.
Karna rindu, tidak pernah bisa berdamai dengan waktu.
Karna rindu tidak bisa kita atur,
Dan waktu tidak bisa kita ulur.
Rabu, 17 Desember 2014
Untuk Rindu
Untuk mu rindu ku yg jauh disana
Mungkin rasanya memang tak sama
Berada diantara dua waktu yg berbeda
Ditempat yg tak sama.
Untuk rindu yg selalu ku jaga
Mungkin tak sebanyak waktu kita bersama
Menghabiskan setiap cerita
Untuk setiap tempat yg sama.
Untuk rindu bernama kan kamu
Dibekukan oleh waktu
Ketika langkah ingin bertemu
Namun jarak kian mengadu.
Untuk rindu yg menanti pertemuan.
Bersabarlah sebentar.
Kamis, 11 Desember 2014
ldr
Apakah jarak begitu berarti?
Apakah jarak mau mengerti?
Keputusan untuk bertaruh dengan jarak bukanlah hal yg mudah, sekalipun itu terlihat sangat lah mudah. Mungkin ada yg mengatakan "ah..deket kok, ntar pulang juga bisa" bahkan ada yg meremehkan bahwa jarak memang bukan penghalang besar. Memang, bagi sebagian orang jarak bukanlah sesuatu yg berarti, namun pernahkah terlintas ketika sebuah pertanyaan "bagaimana kalau rindu tiba, namun kau harus menahannya karna jarak?" apakah sebuah pertanyaan seperti itu masih bisa terjawab dengan mudah?
Lalu, bagaimana dengan waktu? Apakah bisa kita menahan waktu untuk tidak berjalan sedetik pun? Apakah kita bisa menghentikan waktu walaupun hanya beberapa saat? Karna waktu selalu berjalan tanpa pernah berbalik mundur.
Jarak dan waktu memang selalu berdampingan, entah itu hanya sebentar entah itu untuk sesuatu yg lama. Karna jarak tidak pernah terlihat dekat dan waktu tidak pernah berbalik mundur dan oleh sebab itu perlu kekuatan besar untuk mengerti dan memahaminya.
Mungkin, jika jarak dapat menyatukan jemari jemari yg pada akhirnya rela berpisah karenanya mungkin tidak ada pasangan yang mengeluh dengan yang namanya LDR. Mungkin ketika waktu dapat mengembalikan cerita-cerita yg sudah terjadi, mungkin rindu-rindu karna waktu yg tiba-tiba membeku tidak akan terasa menyakitkan. Hanya perlu kesetiaan untuk bertahan disepanjang jarak yang terlewati, hanya perlu bersabar untuk disetiap waktu yg semakin hari terasa semakin lambat, karna cinta bukanlah seberapa jauh jarak yg memisahkan, dan cinta bukanlah tentang berapa banyak detik yg terbuang karena menunggu.
Apakah jarak mau mengerti?
Keputusan untuk bertaruh dengan jarak bukanlah hal yg mudah, sekalipun itu terlihat sangat lah mudah. Mungkin ada yg mengatakan "ah..deket kok, ntar pulang juga bisa" bahkan ada yg meremehkan bahwa jarak memang bukan penghalang besar. Memang, bagi sebagian orang jarak bukanlah sesuatu yg berarti, namun pernahkah terlintas ketika sebuah pertanyaan "bagaimana kalau rindu tiba, namun kau harus menahannya karna jarak?" apakah sebuah pertanyaan seperti itu masih bisa terjawab dengan mudah?
Lalu, bagaimana dengan waktu? Apakah bisa kita menahan waktu untuk tidak berjalan sedetik pun? Apakah kita bisa menghentikan waktu walaupun hanya beberapa saat? Karna waktu selalu berjalan tanpa pernah berbalik mundur.
Jarak dan waktu memang selalu berdampingan, entah itu hanya sebentar entah itu untuk sesuatu yg lama. Karna jarak tidak pernah terlihat dekat dan waktu tidak pernah berbalik mundur dan oleh sebab itu perlu kekuatan besar untuk mengerti dan memahaminya.
Mungkin, jika jarak dapat menyatukan jemari jemari yg pada akhirnya rela berpisah karenanya mungkin tidak ada pasangan yang mengeluh dengan yang namanya LDR. Mungkin ketika waktu dapat mengembalikan cerita-cerita yg sudah terjadi, mungkin rindu-rindu karna waktu yg tiba-tiba membeku tidak akan terasa menyakitkan. Hanya perlu kesetiaan untuk bertahan disepanjang jarak yang terlewati, hanya perlu bersabar untuk disetiap waktu yg semakin hari terasa semakin lambat, karna cinta bukanlah seberapa jauh jarak yg memisahkan, dan cinta bukanlah tentang berapa banyak detik yg terbuang karena menunggu.
Kamis, 04 Desember 2014
(jarak)
Begitu jarak membuat yg dekat terasa semakin jauh.
Begitu jarak bekerja semaksimal mungkin memisahkan jemari yg maish ingin saling mengisi.
Namun, rindu tak pernah adil dan mau mengerti.
Namun rindu, selalu meresahkan setiap kedatangan malam.
Mungkin, akan terasa lebih ringan jika berjalan tanpa menghitung jarak.
Mungkin, akan terasa lebih mudah jika rindu selalu tertuang tanpa menghitung waktu.
Andai, jarak dan rindu dapat bekerja lebih baik tanpa harus menunggu pertemuan.
Mungkin jarak tak akan terasa begitu menyakitkan.
Begitu jarak bekerja semaksimal mungkin memisahkan jemari yg maish ingin saling mengisi.
Namun, rindu tak pernah adil dan mau mengerti.
Namun rindu, selalu meresahkan setiap kedatangan malam.
Mungkin, akan terasa lebih ringan jika berjalan tanpa menghitung jarak.
Mungkin, akan terasa lebih mudah jika rindu selalu tertuang tanpa menghitung waktu.
Andai, jarak dan rindu dapat bekerja lebih baik tanpa harus menunggu pertemuan.
Mungkin jarak tak akan terasa begitu menyakitkan.
Kamis, 13 November 2014
Nanti..
Suatu saat nanti, aku ingin menghabiskan secangkir teh dan
melihatmu menyeruput kopi kesukaan mu dalam pagi, ditempat yg sama.
Suatu saat nanti, aku ingin bermain bersama hujan dibawah payung
bersamamu. Menyertakan mu dalam kebahagiaan kecil yg ku miliki setiap hujan.
Suatu saat nanti, aku ingin berlari mengejar kupu-kupu
ditemani olehmu, agar jika aku tak mendapatkan kupu-kupu itu aku masih bisa
menggandeng tangan mu untuk berlari.
Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu berlari mencari
pelangi, menggandeng tanganmu dengan erat.
Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu pergi berpetualang
pada malam, mencari setoples kunang kunang lalu kita simpan.
Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu pergi mencari bintang
dibukit bintang.
Suatu saat nanti, kita akan pergi menjelajah pantai,
menikmati setiap suara karang, menanti senja sebagai penutup kebahagiaan.
Suatu saat nanti, akan ada janji suci diantara kita dan disematkan lewat cincin yg menghiasi kedua jemari kita.
Karna suatu saat nanti, kita akan melewati hari yg sama,
ditempat yg sama pada keyakinan yg satu.
Selasa, 11 November 2014
Delapanku, Kamu.
Denganmu, aku seperti terlahir menjadi putri kecil. Putri kecil khayangan yg diperlakukan dengan sempurna. Menemukan selendangku, kemudian terbang tinggi.
Denganmu, gelapku menjadi terang, selalu ada harapan untuk hari hari berikutnya.
Denganmu, aku selalu ingin berjalan berdampingan denganmu, menghabiskan waktu berdua denganmu. Dipundakmu, aku bisa merasakan ketenangan yg selama ini hanya sedikit saja kurasakan, ketenangan yg membuatku merasa benar-benar aman berada disampingmu.
Tidak ada kata percuma untuk bertemu denganmu.
Tidak ada kata menyesal pernah bersamamu.
Tidak ada kata sia-sia pernah bercerita tentangmu.
Karna kamu satu.
Langganan:
Postingan (Atom)