Kamis, 11 Desember 2014

ldr

Apakah jarak begitu berarti?
Apakah jarak mau mengerti?

Keputusan untuk bertaruh dengan jarak bukanlah hal yg mudah, sekalipun itu terlihat sangat lah mudah. Mungkin ada yg mengatakan "ah..deket kok, ntar pulang juga bisa" bahkan ada yg meremehkan bahwa jarak memang bukan penghalang besar. Memang, bagi sebagian orang jarak bukanlah sesuatu yg berarti, namun pernahkah terlintas ketika sebuah pertanyaan "bagaimana kalau rindu tiba, namun kau harus menahannya karna jarak?" apakah sebuah pertanyaan seperti itu masih bisa terjawab dengan mudah?

Lalu, bagaimana dengan waktu? Apakah bisa kita menahan waktu untuk tidak berjalan sedetik pun? Apakah kita bisa menghentikan waktu walaupun hanya beberapa saat? Karna waktu selalu berjalan tanpa pernah berbalik mundur.
Jarak dan waktu memang selalu berdampingan, entah itu hanya sebentar entah itu untuk sesuatu yg lama. Karna jarak tidak pernah terlihat dekat dan waktu tidak pernah berbalik mundur dan oleh sebab itu perlu kekuatan besar untuk mengerti dan memahaminya.

Mungkin, jika jarak dapat menyatukan jemari jemari yg pada akhirnya rela berpisah karenanya mungkin tidak ada pasangan yang mengeluh dengan yang namanya LDR. Mungkin ketika waktu dapat mengembalikan cerita-cerita yg sudah terjadi, mungkin rindu-rindu karna waktu yg tiba-tiba membeku tidak akan terasa menyakitkan. Hanya perlu kesetiaan untuk bertahan disepanjang jarak yang terlewati, hanya perlu bersabar untuk disetiap waktu yg semakin hari terasa semakin lambat, karna cinta bukanlah seberapa jauh jarak yg memisahkan, dan cinta bukanlah tentang berapa banyak detik yg terbuang karena menunggu.



Kamis, 04 Desember 2014

(jarak)


Begitu jarak membuat yg dekat terasa semakin jauh.
Begitu jarak bekerja semaksimal mungkin memisahkan jemari yg maish ingin saling mengisi.
Namun, rindu tak pernah adil dan mau mengerti.
Namun rindu, selalu meresahkan setiap kedatangan malam.

Mungkin, akan terasa lebih ringan jika berjalan tanpa menghitung jarak.
Mungkin, akan terasa lebih mudah jika rindu selalu tertuang tanpa menghitung waktu.
Andai, jarak dan rindu dapat bekerja lebih baik tanpa harus menunggu pertemuan.
Mungkin jarak tak akan terasa begitu menyakitkan. 


Kamis, 13 November 2014

Nanti..

Suatu saat nanti, aku ingin menghabiskan secangkir teh dan melihatmu menyeruput kopi kesukaan mu dalam pagi, ditempat yg sama.

Suatu saat nanti, aku ingin bermain bersama hujan dibawah payung bersamamu. Menyertakan mu dalam kebahagiaan kecil yg ku miliki setiap hujan.

Suatu saat nanti, aku ingin berlari mengejar kupu-kupu ditemani olehmu, agar jika aku tak mendapatkan kupu-kupu itu aku masih bisa menggandeng tangan mu untuk berlari.

Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu berlari mencari pelangi, menggandeng tanganmu dengan erat.

Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu pergi berpetualang pada malam, mencari setoples kunang kunang lalu kita simpan.

Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu pergi mencari bintang dibukit bintang.

Suatu saat nanti, kita akan pergi menjelajah pantai, menikmati setiap suara karang, menanti senja sebagai penutup kebahagiaan.

Suatu saat nanti, akan ada janji suci diantara kita dan disematkan lewat cincin yg menghiasi kedua jemari kita. 


Karna suatu saat nanti, kita akan melewati hari yg sama, ditempat yg sama pada keyakinan yg satu. 

Selasa, 11 November 2014

Delapanku, Kamu.


Seperti lembar baru yg baru saja dimulai ketika aku menemukan mu. Sosok yg tak pernah disangka akan menjadi pendamping ketika aku berjalan, mengisi jemari-jemari yg masih menyisakan ruang kosong untuk digenggam. 

Denganmu, aku seperti terlahir menjadi putri kecil. Putri kecil khayangan yg diperlakukan dengan sempurna. Menemukan selendangku, kemudian terbang tinggi. 
Denganmu, gelapku menjadi terang, selalu ada harapan untuk hari hari berikutnya.
Denganmu, aku selalu ingin berjalan berdampingan denganmu, menghabiskan waktu berdua denganmu. Dipundakmu, aku bisa merasakan ketenangan yg selama ini hanya sedikit saja kurasakan, ketenangan yg membuatku merasa benar-benar aman berada disampingmu. 

Tidak ada kata percuma untuk bertemu denganmu. 
Tidak ada kata menyesal pernah bersamamu.
Tidak ada kata sia-sia pernah bercerita tentangmu. 
Karna kamu satu. 

Senin, 16 Juni 2014

Biru

Ketika kau dapat menghentikan sebuah waktu, sebentar saja. Untuk tak menoleh kebelakang dan menyesali dengan apa yang sudah terjadi, maka akan ada sebuah keajaiban kecil dari Tuhan bernamakan kebahagiaan.
 
Ketika kau dapat membenamkan seluruh kesedihanmu bersama senja yang terbenam bersama petang, maka malam mu tak akan dingin bersama kenangan.

Ketika kau dapat menutup lembar biru dan memulainya dengan sebuah cerita yang baru, maka kau sudah menemukan cahaya dalam sebuah kepercayaan.

Karna ragu, hanya penghalang sesaat mu untuk bahagia. Karna ragu hanya akan pergi ketika kau sudah tidak ingin menikmatinya lagi. Ketika rasa ragu mulai hambar, tak dapat kau rasa, maka sebenarnya kau berada didalam sebuah ruang temu. Ruang temu, tak beralaskan biru.


Didalam sebuah ragu yang tak mau dimadu, akan kau temukan waktu untuk membuatnya beku dan tak kembali. 

Sabtu, 14 Juni 2014

Hati hati, kepada hati.

Hati dimana ia menjadi tempat berbagi sehari-hari. Entah, dalam suka maupun duka, kesedihan yang berlebihan bahkan sampai perasaan berbunga-bunga yang tidak karuan. Hati memang setia menemani, bahkan untuk hal yang tidak terlalu penting sampai pada titik hal tersebut memang sangatlah penting.
Hati, memang selalu berusaha tegar, berusaha kuat dan berkali kali berdusta bahkan berkhianat pada rasa sedih yg ia ciptakan sendiri, membohongi dengan kalimat “semua akan baik baik saja”atau bahkan sedikit senyum yang sebenarnya tak ingin ia tunjukan.
Namun hati tak selemah diri, hati selalu percaya pada waktu bahwa nanti aka nada saat dimana ia akan mendapat bayaran atas semua yang telah ia rasakan. Walau kadang hati bisa rapuh, bahkan hancur berkali kali hingga kau tak dapat menemukan kepingannya. Hingga kepingannya berubah menjadi butir butir rasa sakit hingga nantinya akan menjauh sendiri.
Hati hati kepada hatimu, suatu saat ia takkan mampu menopang beban dirimu sendiri.
Hati hati pada hatimu, suatu saat ia yg akan menghancurkan dirimu.


 

Anindyamalini Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template