Kamis, 13 November 2014

Nanti..

Suatu saat nanti, aku ingin menghabiskan secangkir teh dan melihatmu menyeruput kopi kesukaan mu dalam pagi, ditempat yg sama.

Suatu saat nanti, aku ingin bermain bersama hujan dibawah payung bersamamu. Menyertakan mu dalam kebahagiaan kecil yg ku miliki setiap hujan.

Suatu saat nanti, aku ingin berlari mengejar kupu-kupu ditemani olehmu, agar jika aku tak mendapatkan kupu-kupu itu aku masih bisa menggandeng tangan mu untuk berlari.

Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu berlari mencari pelangi, menggandeng tanganmu dengan erat.

Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu pergi berpetualang pada malam, mencari setoples kunang kunang lalu kita simpan.

Suatu saat nanti, aku ingin mengajakmu pergi mencari bintang dibukit bintang.

Suatu saat nanti, kita akan pergi menjelajah pantai, menikmati setiap suara karang, menanti senja sebagai penutup kebahagiaan.

Suatu saat nanti, akan ada janji suci diantara kita dan disematkan lewat cincin yg menghiasi kedua jemari kita. 


Karna suatu saat nanti, kita akan melewati hari yg sama, ditempat yg sama pada keyakinan yg satu. 

Selasa, 11 November 2014

Delapanku, Kamu.


Seperti lembar baru yg baru saja dimulai ketika aku menemukan mu. Sosok yg tak pernah disangka akan menjadi pendamping ketika aku berjalan, mengisi jemari-jemari yg masih menyisakan ruang kosong untuk digenggam. 

Denganmu, aku seperti terlahir menjadi putri kecil. Putri kecil khayangan yg diperlakukan dengan sempurna. Menemukan selendangku, kemudian terbang tinggi. 
Denganmu, gelapku menjadi terang, selalu ada harapan untuk hari hari berikutnya.
Denganmu, aku selalu ingin berjalan berdampingan denganmu, menghabiskan waktu berdua denganmu. Dipundakmu, aku bisa merasakan ketenangan yg selama ini hanya sedikit saja kurasakan, ketenangan yg membuatku merasa benar-benar aman berada disampingmu. 

Tidak ada kata percuma untuk bertemu denganmu. 
Tidak ada kata menyesal pernah bersamamu.
Tidak ada kata sia-sia pernah bercerita tentangmu. 
Karna kamu satu. 

Senin, 16 Juni 2014

Biru

Ketika kau dapat menghentikan sebuah waktu, sebentar saja. Untuk tak menoleh kebelakang dan menyesali dengan apa yang sudah terjadi, maka akan ada sebuah keajaiban kecil dari Tuhan bernamakan kebahagiaan.
 
Ketika kau dapat membenamkan seluruh kesedihanmu bersama senja yang terbenam bersama petang, maka malam mu tak akan dingin bersama kenangan.

Ketika kau dapat menutup lembar biru dan memulainya dengan sebuah cerita yang baru, maka kau sudah menemukan cahaya dalam sebuah kepercayaan.

Karna ragu, hanya penghalang sesaat mu untuk bahagia. Karna ragu hanya akan pergi ketika kau sudah tidak ingin menikmatinya lagi. Ketika rasa ragu mulai hambar, tak dapat kau rasa, maka sebenarnya kau berada didalam sebuah ruang temu. Ruang temu, tak beralaskan biru.


Didalam sebuah ragu yang tak mau dimadu, akan kau temukan waktu untuk membuatnya beku dan tak kembali. 

Sabtu, 14 Juni 2014

Hati hati, kepada hati.

Hati dimana ia menjadi tempat berbagi sehari-hari. Entah, dalam suka maupun duka, kesedihan yang berlebihan bahkan sampai perasaan berbunga-bunga yang tidak karuan. Hati memang setia menemani, bahkan untuk hal yang tidak terlalu penting sampai pada titik hal tersebut memang sangatlah penting.
Hati, memang selalu berusaha tegar, berusaha kuat dan berkali kali berdusta bahkan berkhianat pada rasa sedih yg ia ciptakan sendiri, membohongi dengan kalimat “semua akan baik baik saja”atau bahkan sedikit senyum yang sebenarnya tak ingin ia tunjukan.
Namun hati tak selemah diri, hati selalu percaya pada waktu bahwa nanti aka nada saat dimana ia akan mendapat bayaran atas semua yang telah ia rasakan. Walau kadang hati bisa rapuh, bahkan hancur berkali kali hingga kau tak dapat menemukan kepingannya. Hingga kepingannya berubah menjadi butir butir rasa sakit hingga nantinya akan menjauh sendiri.
Hati hati kepada hatimu, suatu saat ia takkan mampu menopang beban dirimu sendiri.
Hati hati pada hatimu, suatu saat ia yg akan menghancurkan dirimu.


Minggu, 13 April 2014

Perempuan dalam Malam


Perempuan dalam malam.
Ia mencintai dalam diam.
Perempuan dalam malam.
Ia terbawa arus rindu yang kian dalam.

Perempuan dalam malam,
Yang hanya bisa berteman dengan sepi,
Perempuan dalam malam,
Yang hanya bisa meratap pada sunyi.

Perempuan dalam malam,
Yang mencoba tak menyumpah mengapa malam begitu sunyi.
Perempuan dalam malam,
Yang mencoba tak mengadu mengapa hening tak mau pergi.

Perempuan dalam malam, yang selalu bertanya "mengapa malam selalu datang bersama rindu didalamnya"
Perempuan dalam malam, yang selalu bertanya "apakah bintang juga selalu punya rindu?"
Perempuan dalam malam, yang selalu bertanya "mengapa sunyi tidak ingin pergi?"
Perempuan dalam malam, yang selalu bertanya "adakah yang lebih baik daripada menanti dalam diam?"

Perempuan dalam malam, yang tak pernah punya jawaban atas pertanyaan.
Perempuan dalam malam, yang tak pernah punya alasan mengapa harus bertahan.
Perempuan dalam malam, yang merajut rindu diam-diam.
Perempuan dalam malam, yang tak pernah memberontak pada ia yang sendiri.


Rabu, 26 Februari 2014

Aku tau, itu cinta

Aku tau itu cinta,
Ketika dua bola mata tak lagi saling bertatap.
Aku tau itu rindu,
Ketika kita hanya bertemu dalam angan.

Cinta, ketika kau berusaha mencarinya,
Cinta ketika kau berusaha mengejarnya,
Cinta ketika kau berusaha mempertahankannya,
Cinta ketika kau tau bagaimana kau memperlakukannya.

Aku tau itu cinta,
Ketika jemari tak saling mengisi,
Ketika lengan tak lagi merangkul
Ketika kau tak menemukan pundak untuk bersandar.

Aku sadar itu cinta,
Ketika ada jarak membuat kita berbeda
Ketika kita akan jarang bersama
Ketika tak ada kurun waktu untuk saling menyapa.

Cinta datang
Ketika hati dan logika sama sama tak bisa menjawab
Cinta datang
Ketika tak ada lagi kekosongan yang saling mengerti.

Mengertilah,
Rindu tak punya tepi bagi siapapun
Pahamilah,
Rindu tak punya ujung sekalipun.

Sadarlah,
Cinta datang saat kau mulai cemas
Sadarlah,
Cinta hadir ketika kau mulai cemburu
Mengertilah,
Bahwa tak ada kata yang mampu membiasakan mereka.

 

Anindyamalini Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template