Jumat, 15 Februari 2013

Sepasang Merpati dan Sepucuk Rindu

kepakan sayap seekor merpati itu belum berhenti.
masih saja ia mengepakkan sayap-sayapnya diantara senja-senja yang sudah hampir redup.
mengitari senja hingga gelap.
merpati itu masih punya semangat.
bahkan terlalu bersemangat mencari alamat, dimana ia harus menghantarkan sepucuk rindu itu.
sepucuk rindu yang sudah dibawanya berkelana kemana-mana.
menyisir pantai.
menyaksikan ranting patah.
bertaruh melawan hujan.
melihat matahari terbit.
menyebrangi pelangi,
tersangkut dijerat jerat para pemburu.
ia sama sekali tak perduli.
meski sesekali ia terlelap tidur, dalam dingin dan heningnya malam.

merpati itu membawa sepucuk rindu.
milik seseorang yang sudah menanti kehadiran kertas itu.
tapi sayang, pemberi alamat itu memberi perintah kepada merpati yang salah.
merpati yang masih terlalu dini.
sehingga merpati itu masih buta arah.
ia perlu peta, dimana harus ia sampaikan sepucuk rindu itu.
merpati itu lelah.
tapi ia takut, ia takut sepucuk rindu itu tak pernah sampai.
mungkin bagi mereka yang sama-sama menunggu balasan dari sepucuk rindu itu,sepucuk rindu itu sudah berarti.

sekali lagi, merpati itu terlalu dini.
terlalu rapuh dan bahkan belum siap ketika harus memutuskan untuk berkelana kemana saja.
merpati itu mulai putus asa.
ia tak tau kemana harus pergi, menghantarkan sepucuk demi sepucuk rindu yang sudah lama bersamanya.
merpati itu mulai lelah.
sayap-sayapnya tak mampu lagi diajak mengitari samudra.
tak mampu lagi menyaksikan senja untuk yang kesekian kali.
tak mampu lagi melewati malam untuk yang keberapa kali.
hingga pada akhirnya, merpati itu mati.
tertembak peluru si pemburu.
merpati itu mati, bersama rindu yang tak pernah sampai.
bersama sepucuk rindu yang sudah menjadi kenangan, dan akan terkubur bersamanya.

Kamis, 14 Februari 2013

Sepotong Kamu

sepotong kamu yang kunikmati setiap pagi.
lewat tetesan embun dan ucapan selamat pagi untukmu, disebrang sana.
sepotong kamu yang ku susun rapi-rapi layaknya permainan puzzle.
ya sepotong kamu yang selalu ada ketika aku bercermin.

sepotong kamu.
sepotong kamu.
sepotong kamu.

sepotong kamu yang selalu menjadi ceritaku.
potongan-potonganmu disinyalir mampu membuat aku menuliskan cerita utuh tentang kamu.
sepotong kamu yang ku bawa kemana mana.
sepotong kamu yang tak pernah aku tinggalkan sendirian.
sepotong kamu yang kuhabiskan bersama teriknya siang.
sepotong kamu yang kuhabiskan jika petang bersiap menghadap.
sepotong kamu yang menemani malam,hingga larut.

sepotong kamu dalam khayalanku.
sepotong kamu dalam candaanku.
sepotong kamu dalam rinduku..
sepotong kamu dalam setiap percakapan ku dengan tuhan.

kamu selamanya akan menjadi sepotong kamu.
hingga rindumu utuh membentukmu.
menjadi seorang kamu,yang tak kunikmati separuh-separuh.
hingga rindu meniupkan ruh.
hingga rindu menghantarkanmu.
menjadi seutuhnya kamu,tanpa pernah terpotong lagi.

sepotong kamu dalam diam.
sepotong kamu, dalam rindu.

sepotong kamu yang selalu berada dipiring yang sama.
sepotong kamu yang tak boleh tersentuh siapa pun :)

Senin, 04 Februari 2013

Surat Cinta untuk Pemandu Senja

selamat malam senja..
kamu pasti sudah tidur.
kamu kemana sore ini?
aku masih menunggumu, ditempat yang sama loh.

senja, apa kabarmu?
sudah sembuh lukamu?
mau mendengarkan ocehanku lagi?
sudah lama, aku tak bercerita padamu.

senja aku sudah lama tak memelukmu dengan hangat.
sudah lama kita tak saling melakukan kebiasaan kita, dulu.
sudah lama aku kubur rinduku untukmu, senja.
senja, kamu tau?
aku cemas, jika aku tak melihat mu setiap sore.
padahal, aku selalu menunggu kabar darimu, dimanapun aku berada.
senja, kamu ngerti rindu kan?
kamu tau kan bagaimana rasanya menyimpan rindu?

senja, kamu mau bantu aku?
bantu aku sampaikan rindu, pada pemandumu.
bantu aku bilang aku, mulai jatuh cinta pada pemandumu.
seramai, burung gereja yang ingin kembali kesarangnya.
seindah jinggamu.


Minggu, 27 Januari 2013

Mempertahankan atau Dipertahankan?

sedang memperthankan apa aku?
sendiri termangu menunggu senja seperti biasa.
menunggu apakah aku?
ketidakpastian lagikah?
bukankah senja itu indahnya hanya sementara?
bukankah nanti ada malam dengan purnama dan bintang yang berhampar luas?
bukankah malam itu lebih panjang dari senja?
lalu kenapa kau masih menunggu senja?
bukankah malam itu lebih sempurna?
kau bisa berbagi, tanpa perlu terburu-buru?
dan kenapa kau masih bertahan pada senja?
bukankah senja sepertinya punya luka?
bukankah kehadiran senja tak pernah hadir?
bisa saja ia pergi bersama hujan, iya tidak?
kenapa harus senja?
ya karena senja ku kamu.
yang selalu kupertahankan, yang selalu dipertahankan.
meski luka tertoreh sekian kali.
meski aku terjatuh berkali kali.
meski aku beku setiap kali.
meski aku harus terkikis perlahan lahan.
terbangun, jatuh begitu seterusnya sembari melanjutkan perjalanan.
karna kamu, yang selalu kutunggu, kupertahan meski berkali kali aku harus merasakan sakit yg sama..

Selasa, 22 Januari 2013

Kalau Aku Boleh Bertukar Tempat dengan Sibukmu :)

kalau aku boleh bertukar tempat dengan sibukmu, agar aku tak luput dari perhatianmu.
kalau aku bisa bertukar tempat dengan sibukmu, agar aku bisa menghabiskan banyak waktuku berdua denganmu.
kalau aku bisa, bertukar tempat dengan sibukmu, yang jauh lebih menyita waktumu dibandingkan aku, aku rela.
aku rela bertukar tempat dengan mereka.
agar aku bisa berlama lama denganmu.
agar aku bisa selalu berdua denganmu.
agar aku tak harus mencari celah kosong disetiap waktumu.
agar aku bisa tenang, bersamamu.
menjelma menjadi sebuah kesibukan yang terus bersamamu.
aku mau bertukar tenpat, tapi itu andai ..

Karena Kamu Sedang Aku Pertahankan :')

Ga sayang yang gimana lagi yang mau kamu pertanyakan?
Ga perduli yang bagaimana lagi yang mau kamu abaikan?
Ga cinta yang gimana lagi yang mau kau seret pertanyaannya?
Kamu ga sadar?
Kalau kamu sedang aku perjuangkan?
Walau kamu buat aku nangis berkali-kali?
Walau kamu buat aku ragu, sering kali?
Walau kamu buat aku bertanya berkali-kali, kamu siapa?
Walau kamu udah buat aku jatuh, waktu aku berhasil lari jauh banget?
Kamu sadar?
Kamu sedang kuperjuangkan diam-diam.
Sedang kupertahankan namanya dalam doa.
Sedang kupeluk rindunya dengan hangat.
Sedang kujaga hatinya agar tak terluka?
Kamu sadar, kalau aku dengan lemahnya sedang memperthankanmu, sayang?

 

Anindyamalini Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template